UBSI Tegal Gelar Seminar DEA KOMDIGI: Kupas Tantangan AI dan Pengembangan SDM di Indonesia

Tegal, 2 Juni 2025 – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Tegal kembali memperlihatkan komitmennya dalam meningkatkan wawasan mahasiswa melalui penyelenggaraan Seminar Digital Entrepreneurship Academy (DEA) KOMDIGI. Seminar ini mengusung tema “Artificial Intelligence (AI): Tantangan Kebijakan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Indonesia” dan dilaksanakan pada hari Senin, 2 Juni 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula UBSI Kampus Tegal.

Seminar ini menghadirkan pembicara utama, Dr. Anton Susanto, SE, MTI, selaku Kepala BPSDM Kominfo Yogyakarta. Dalam presentasinya, beliau menyampaikan materi secara mendalam mengenai urgensi kebijakan yang responsif dan sinergis dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Dr. Anton mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan juga inovator yang mampu menciptakan solusi berbasis AI. Ia menegaskan bahwa kesiapan generasi muda dalam menguasai teknologi digital akan sangat memengaruhi arah masa depan Indonesia. “Kecerdasan buatan bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk mendukung dan meningkatkan produktivitas kita. Persiapkan diri kalian dengan kemampuan berpikir kritis, pemahaman etika digital, dan keterampilan teknis,” ujarnya kepada para peserta.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Bapak Rachmat Adi Purnama, Dekan Fakultas Teknik dan Informatika (FTI), yang memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar senantiasa mengikuti dinamika perkembangan teknologi serta mengembangkan soft skill dan hard skill sejak awal. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa mahasiswa UBSI harus berperan aktif dalam era transformasi digital. “Jangan hanya menjadi penonton dari perubahan yang terjadi, tetapi ambillah peran, ciptakan inovasi, dan berikan kontribusi nyata. Seminar seperti ini merupakan peluang berharga untuk memperluas wawasan kalian,” ujarnya.

Turut hadir pula Wakil Rektor II UBSI, Adi Supriyatna, yang memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini. Seminar dipandu oleh Sopian Aji selaku host, yang menjaga dinamika acara tetap hidup dan interaktif.

Selain mahasiswa, kegiatan ini juga dihadiri oleh para tamu undangan dari mitra pemerintah dan industri, antara lain: Bapperida Kota Tegal, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tegal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, serta dari sektor industri seperti PT. Tong Tji Tea Indonesia.

Peserta seminar yaitu mahasiswa Program Studi Teknologi Komputer (TK) UBSI Kampus Tegal. Seminar ini juga diikuti oleh mahasiswa dari dua program studi lainnya, yaitu Sistem Informasi (SI) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Mereka tampak antusias mengikuti jalannya seminar yang sarat dengan wawasan praktis dan strategis, terutama dalam konteks penerapan teknologi di dunia nyata.

Kesan dan Pesan Mahasiswa:

Maghfur, mahasiswa semester 4 Program Studi Teknologi Komputer, mengungkapkan kesan positifnya terhadap seminar yang diikutinya. “Saya merasa sangat termotivasi setelah mendengar pemaparan dari Pak Anton mengenai prospek karier di bidang AI. Seminar ini membuka pemahaman saya bahwa penguasaan keterampilan teknis seperti pemrograman dan data processing akan menjadi kunci di masa depan,” tuturnya.

Sementara itu, Erina, mahasiswa semester 2 dari Program Studi Teknologi Komputer, menyampaikan bahwa materi yang dibahas sangat relevan dengan bidang studinya. “Penjelasan mengenai dampak AI terhadap otomasi proses laporan keuangan dan akuntansi sangat membuka wawasan. Semoga UBSI dapat rutin mengadakan seminar seperti ini,” harapnya.

Kegiatan ini menjadi momen strategis bagi UBSI Kampus Tegal dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi era digitalisasi serta mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan berbasis teknologi di Indonesia.

Kaprodi Teknologi Komputer UBSI Tegal, Bapak Suleman, turut menyampaikan harapannya. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan seperti ini dalam mendukung pembentukan generasi digital yang adaptif dan kompeten. “Kami berharap seminar ini tidak hanya menjadi sumber inspirasi, tetapi juga memicu semangat mahasiswa untuk terus belajar, berinovasi, dan siap menjadi pionir di bidang teknologi, khususnya kecerdasan buatan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *