PURWOKERTO, Di tengah derasnya arus informasi digital, para ibu yang tergabung dalam tim Penggerak PKK Desa Karangkemojing kini selangkah lebih maju dalam membentengi keluarga. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Jari Cerdas Ibu Bangsa: Pendampingan Literasi Digital Untuk PKK Desa Karangkemojing”, mereka dibekali berbagai keterampilan penting untuk menavigasi dunia maya secara cerdas dan aman.

Acara ini diinisiasi oleh mahasiswa program studi Teknologi Komputer Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Banyumas dan digelar pada hari Sabtu, 14 Juni 2025, di Gedung Olah Raga Naga Wiru. Sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, puluhan anggota PKK dengan antusias mengikuti setiap sesi materi yang disajikan oleh rekan mahasiswa, Pijar Sukma Proyogo dan Kawan-kawan.
Ketua Program Studi Teknologi Komputer, Bapak Nuzul Imam Fadlilah, ST, M.Kom, dalam sambutannya menyatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberdayakan para ibu sebagai garda terdepan keluarga. “Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Dengan membekali mereka literasi digital, kami berharap para ibu di Desa Karangkemojing mampu menjadi benteng keluarga dari informasi hoaks, penipuan online, serta dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif,” ujarnya.
Materi yang disampaikan mencakup topik relevan seperti cara mengidentifikasi berita bohong (hoaks), tips aman menggunakan media sosial, menjaga privasi data pribadi, hingga pengenalan aplikasi untuk mendukung usaha mikro keluarga. Sesi interaktif dan tanya jawab membuat suasana menjadi hidup, di mana para peserta tidak ragu bertanya seputar permasalahan digital yang mereka hadapi sehari-hari.
Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa Karangkemojing, Ibu Sulastri Haerudin. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Pelatihan seperti ini membuka wawasan kami, dari yang tadinya mungkin hanya menggunakan ponsel untuk komunikasi biasa, kini kami jadi lebih paham cara melindungi keluarga dari dampak negatif internet,” ungkap Ibu Sulastri.
Kegiatan “Jari Cerdas Ibu Bangsa” diharapkan tidak hanya berhenti sebagai acara seremonial, tetapi menjadi pemicu bagi para ibu untuk terus belajar, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan menularkan pengetahuannya ke lingkungan sekitar.



