Purwokerto, 24 September 2024 — Tim pengabdian masyarakat dari BSI Purwokerto menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal dalam persiapan kegiatan pengabdian masyarakat di Laznas Yatim Mandiri. Kegiatan ini dihadiri oleh dua dosen, Ina Maryani, M.Kom dan Joko Dwi Mulyanto, M.Kom, serta dua mahasiswa, Perdana Putra Fedel dan Yessita. FGD berlangsung di ruang Rapat BSI Purwokerto dan bertujuan untuk menyusun strategi dan implementasi program yang efektif.
Dalam kesempatan ini, Ina Maryani menjelaskan pentingnya FGD sebagai sarana sosialisasi program pengabdian masyarakat. “FGD ini merupakan momen penting untuk mendiskusikan dan merumuskan langkah-langkah strategis sebelum kita melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Laznas Yatim Mandiri,” ujarnya.

Joko Dwi Mulyanto menambahkan bahwa FGD juga berfungsi untuk mendengarkan masukan dari semua pihak yang terlibat, termasuk mahasiswa yang akan terlibat di lapangan. “Kami ingin memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan dan manfaat dari program ini. Dengan mendengarkan pandangan mahasiswa, kami dapat memperkaya rencana pelaksanaan yang telah disusun,” jelasnya.
Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang direncanakan akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan bertujuan untuk memberikan pemahaman dan juga keterampilan dibidang teknologi inforamsi pada Laznas Yatim Mandiri. Program ini akan mencakup berbagai kegiatan, seperti pelatihan keterampilan, sosialisasi dan bimbingan penggauanaan apliakasi, dll.
Salah satu mahasiswa, Perdana Putra Fedel, mengungkapkan antusiasmenya untuk terlibat dalam kegiatan ini. “Saya sangat senang bisa berkontribusi dalam program pengabdian masyarakat ini. Melalui FGD ini, saya merasa lebih siap dan memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang akan dilakukan,” tuturnya.
Yessita, mahasiswa lainnya, menekankan pentingnya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat. “Kerja sama ini tidak hanya memberikan kami pengalaman berharga, tetapi juga memungkinkan kami untuk berkontribusi dalam memajukan masyarakat. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak di Laznas Yatim Mandiri,” katanya.

FGD ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid untuk membangun hubungan yang lebih baik antara BSI Purwokerto dan Laznas Yatim Mandiri. Dengan adanya diskusi terbuka, tim pengabdian masyarakat dapat merumuskan strategi yang komprehensif dan implementasi yang efektif. Ke depan, diharapkan hasil dari pengabdian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas manajemen keuangan pada laznaz Yatim Mandiri Purwokerto.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, BSI Purwokerto menunjukkan komitmennya untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat. Diharapkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pihak yang terlibat, tetapi juga mampu menginspirasi lembaga lain untuk ikut serta dalam kegiatan serupa.
Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah bagian integral dari tugas dan tanggung jawab institusi pendidikan tinggi. Dengan melibatkan mahasiswa dalam proses ini, BSI Purwokerto berupaya mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sosial.



