PURWOKERTO, April 2024– Di tengah arus informasi yang tak terbendung, literasi digital menjadi fondasi penting bagi generasi muda. Menyadari hal tersebut, sekelompok dosen dari Program Studi Ilmu Komunikasi menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Asyiknya Internet Sehat” bagi para siswa di salah satu Sekolah Dasar terkemuka di Purwokerto.
Kegiatan ini dirancang untuk mengubah paradigma tentang penggunaan internet, dari sekadar platform hiburan menjadi ruang untuk belajar, berkarya, dan berinteraksi secara sehat. Inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap maraknya isu-isu negatif di dunia maya, seperti penyebaran hoaks, perundungan siber (cyberbullying), dan kecanduan gawai yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental remaja.

Eva Argarini Pratama, M.Kom, selaku ketua pelaksana, menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pemberdayaan, bukan pengekangan. “Kami ingin mengubah narasi dari ‘takut pada internet’ menjadi ‘paham tentang internet’. Konsep ‘Internet Sehat’ bukan berarti membatasi akses, melainkan membekali para siswa dengan kemampuan untuk menjadi pengguna yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab,” ujarnya. “Ketika mereka paham aturannya, internet justru menjadi alat yang luar biasa untuk mengembangkan potensi diri.”
Dalam sesi yang berlangsung interaktif, para siswa tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga diajak berdiskusi dan menganalisis studi kasus nyata. Materi yang disampaikan mencakup beberapa pilar utama literasi digital, antara lain:
- Verifikasi Informasi: Teknik sederhana untuk mengenali berita bohong (hoaks) dan disinformasi.
- Etika Digital: Pentingnya menjaga sopan santun dalam berkomentar dan berinteraksi di media sosial.
- Perlindungan Data Pribadi: Kesadaran tentang jejak digital dan cara melindungi informasi personal dari penyalahgunaan.
- Manajemen Waktu Layar (Screen Time): Tips untuk menyeimbangkan kehidupan daring dan luring demi kesehatan fisik dan mental.
Para siswa peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat sesi tanya jawab di mana mereka dapat berbagi pengalaman pribadi dan kekhawatiran seputar penggunaan media sosial. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini sebagai pelengkap pendidikan karakter di era digital.
Melalui edukasi proaktif seperti ini, para akademisi berharap dapat berkontribusi dalam membentuk generasi yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga matang secara etika digital. Kegiatan “Asyiknya Internet Sehat” ini menjadi bukti komitmen dunia pendidikan untuk menciptakan ekosistem digital Indonesia yang lebih aman, positif, dan produktif bagi semua.




