Berita  

96 Persen Kompeten, Mahasiswa UBSI Kampus Tegal Buktikan Skill Pemrograman Siap Industri

sertifikasi

PanturaTerkini, Tegal – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melalui Program Studi Sistem Informasi UBSI Kampus Kota Tegal bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Bina Sarana Informatika menggelar Workshop dan Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Pemrogram Muda (Associate Programmer), yang berlangsung pada Senin (3/8) hingga Kamis (6/8) di UBSI Kampus Tegal. Kegiatan ini menjadi upaya membekali mahasiswa dengan kompetensi pemrograman yang sesuai kebutuhan dunia kerja dan industri digital.

Sebanyak 46 mahasiswa semester 6 Program Studi Sistem Informasi mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Workshop dilaksanakan pada rabu (8/7) di Aula UBSI Kampus Tegal dengan materi kompetensi pemrograman yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Workshop dan uji sertifikasi Pemrogram Muda membekali mahasiswa Sistem Informasi UBSI Kampus Tegal dengan kompetensi pemrograman berstandar industri dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Pembekalan mencakup pemrograman terstruktur dan berorientasi objek, penulisan kode sesuai best practices, penggunaan library, akses basis data, dokumentasi kode, debugging, hingga pengujian unit program. Setelah pembekalan, mahasiswa mengikuti uji sertifikasi kompetensi dengan asesor dari LSP Universitas Bina Sarana Informatika, yaitu Sopian Aji, Angga Ardiansyah, dan Husni Faqih.

Kaprodi Sistem Informasi UBSI Kampus Kota Tegal, Sopian Aji, mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam mengikuti seluruh rangkaian sertifikasi. Menurutnya, sertifikasi menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Kegiatan workshop dan uji sertifikasi kompetensi Pemrogram Muda ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Kami bersyukur dari 46 peserta, sebanyak 44 mahasiswa atau 96 persen dinyatakan kompeten,” ujar Sopian.

Baca juga: Siap Hadapi Kebutuhan Industri, Mahasiswa UBSI Tegal Uji Kompetensi Database Administrator

Hasil asesmen menunjukkan 96 persen peserta memenuhi standar kompetensi Pemrogram Muda untuk mendukung kesiapan memasuki dunia kerja.

Hasil asesmen menunjukkan 44 mahasiswa atau 96 persen dinyatakan Kompeten, sedangkan dua mahasiswa atau 4 persen dinyatakan Belum Kompeten. Capaian tersebut menunjukkan sebagian besar peserta telah memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan dalam skema Pemrogram Muda.

Sopian menambahkan bahwa sertifikasi tidak hanya menjadi bukti kemampuan, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. “Kami berharap sertifikasi ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepercayaan diri, kompetensi, dan daya saing di industri teknologi informasi. Dunia teknologi terus berkembang, sehingga mahasiswa juga harus terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kemampuannya,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, UBSI Kampus Kota Tegal berharap mahasiswa dapat memanfaatkan sertifikasi sebagai bekal memasuki dunia kerja sekaligus terus mengembangkan kompetensi pemrograman agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri teknologi informasi yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *