PURWOKERTO, JAWA TENGAH – 15 JUNI 2025 – Di tengah derasnya arus informasi digital, para ibu yang tergabung dalam tim Penggerak PKK Desa Karangkemojing kini selangkah lebih maju. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Jari Cerdas Ibu Bangsa: Pendampingan Literasi Digital Untuk PKK Desa Karangkemojing”, mereka dibekali berbagai keterampilan penting untuk menavigasi dunia maya secara cerdas dan aman.

Acara yang diinisiasi oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakata Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Banyumas dengan tutor Bapak Saifudin, M.Kom ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 14 Juni 2025, bertempat di Gedung Olah Raga Naga Wiru. Sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, puluhan anggota PKK dengan antusias mengikuti setiap sesi materi yang disajikan.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Bapak Nuzul Imam Fadlilah, ST, M.Kom dalam sambutannya menyatakan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan para ibu sebagai garda terdepan keluarga. “Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Dengan membekali mereka literasi digital, kami berharap para ibu di Desa Karangkemojing mampu menjadi benteng keluarga dari informasi hoaks, penipuan online, serta dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif,” ujarnya.

Materi yang disampaikan mencakup topik-topik relevan seperti cara mengidentifikasi berita bohong (hoaks), tips aman menggunakan media sosial, menjaga privasi data pribadi di internet, hingga pengenalan aplikasi yang dapat mendukung kegiatan usaha mikro keluarga. Sesi interaktif dan tanya jawab membuat suasana menjadi hidup, di mana para peserta tidak ragu untuk bertanya seputar permasalahan digital yang mereka hadapi sehari-hari.
Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa Karangkemojing, Ibu Sulastri Haerudin. Beliau menyambut baik inisiatif ini dan menganggapnya sangat relevan dengan kebutuhan saat ini.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada ibu-ibu PKK Desa Karangkemojing. Pelatihan seperti ini membuka wawasan kami, dari yang tadinya mungkin hanya menggunakan ponsel untuk komunikasi biasa, kini kami jadi lebih paham cara melindungi keluarga dari dampak negatif internet,” ungkap Ibu Sulastri Haerudin.
Kegiatan “Jari Cerdas Ibu Bangsa” diharapkan tidak hanya berhenti sebagai acara seremonial, tetapi menjadi pemicu bagi para ibu untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menularkan pengetahuannya ke lingkungan sekitar.




Artikel yang insightful banget, bro! Btw, aku biasa ngobrolin hal-hal beginian juga di Kanal.id, siapa tahu kamu tertarik join diskusi di sana juga.