Purwokerto, 28 September 2024 – Dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen dari Program Studi Sistem Informasi BSI Purwokerto menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Laznaz Yatim Mandiri Purwokerto. Kegiatan ini mengusung tema Peningkatan Mutu dan Manajemen Pelaporan Keuangan dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelaporan Keuangan Terpadu (SIMPATI). Program ini merupakan bagian dari skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan di lembaga zakat tersebut.
Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 28 September 2024 di Aula Asrama Yatim Mandiri Purwokerto, dengan tim pengabdian yang terdiri dari dua dosen dan dua mahasiswa. Dosen yang terlibat adalah Ina Maryani, M.Kom dan Joko Dwi Mulyanto, M.Kom, yang didukung oleh mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi, Perdana Putra Fedel dan Yessita. Mereka berkolaborasi untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan manajemen keuangan yang lebih baik di Laznaz Yatim Mandiri.

Meningkatkan Mutu Laporan Keuangan Melalui Teknologi
Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kualitas pelaporan keuangan dengan memanfaatkan teknologi digital. Dalam rangka memperkuat transparansi dan akurasi pelaporan, tim pengabdian memperkenalkan aplikasi SIMPATI, sebuah solusi teknologi yang dirancang khusus untuk memudahkan pengelolaan keuangan lembaga nirlaba. Aplikasi ini memiliki fitur utama yang memungkinkan pencatatan transaksi secara otomatis, pengelompokan data keuangan, hingga pembuatan laporan keuangan yang cepat dan akurat.
“Melalui pengenalan aplikasi SIMPATI, kami berharap Laznaz Yatim Mandiri dapat mengelola keuangan dengan lebih baik, transparan, dan akuntabel,” ungkap Ina Maryani, M.Kom, dosen sekaligus Ketua Tim Pengabdian. “Aplikasi ini akan membantu proses digitalisasi dalam pelaporan keuangan sehingga memperkuat kepercayaan donatur serta memudahkan audit dan pengawasan,” tambahnya.
Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen untuk Transformasi Digital
Selain memperkenalkan aplikasi yang akan dibuat, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk turut berperan dalam pengabdian kepada masyarakat. Perdana Putra Fedel dan Yessita berperan aktif dalam sosialisasi dan identfikasi terhadap kebutuhan aplikasi yang akan dibuat kepada staf Laznaz Yatim Mandiri.
“Pengalaman ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai mahasiswa. Kami tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga menerapkannya langsung di lapangan,” ujar Perdana Putra Fedel. “Kami juga mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana teknologi dapat berperan penting dalam transformasi lembaga sosial seperti Yatim Mandiri,” tambahnya.

Menghadapi Tantangan di Era Digital
Sementara itu, Joko Dwi Mulyanto, M.Kom, selaku anggota tim pengabdian, menekankan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan keuangan lembaga. “Di era digital saat ini, lembaga sosial seperti Laznaz Yatim Mandiri harus mampu beradaptasi dengan teknologi agar tetap relevan dan efektif dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya. Ia berharap, dengan penerapan aplikasi SIMPATI, pengelolaan keuangan di Laznaz Yatim Mandiri akan menjadi lebih efisien dan sistematis.
Keberlanjutan Program
Dengan adanya pengabdian masyarakat ini, BSI Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat, khususnya di bidang transformasi digital dan pengembangan sumber daya manusia. Laznaz Yatim Mandiri, sebagai mitra program, juga diharapkan dapat semakin profesional dalam mengelola pelaporan keuangan mereka, sehingga bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan para donatur.



