BANYUMAS – Di tengah gempuran arus teknologi yang kian tak terbendung, penanaman etika penggunaan perangkat digital menjadi urgensi bagi institusi pendidikan anak usia dini. Menanggapi tantangan tersebut, TK MNU Diponegoro 118 Kebasen, Kabupaten Banyumas, sukses menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Simulasi Adab Digital dan Manajemen Waktu: Pakai Teknologi dengan Sopan dan Seimbang” pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Kegiatan ini dirancang sebagai langkah preventif untuk membekali peserta didik dengan kecakapan literasi digital dasar. Fokus utamanya bukan sekadar kemahiran teknis, melainkan pembentukan karakter yang santun saat berinteraksi di ruang virtual serta kemampuan mengontrol durasi penggunaan gawai (screen time).

Urgensi Etika di Era Disrupsi
Narasumber utama kegiatan ini, Nur Amalia Solikhah, S.S., M.Pd., menekankan bahwa mengenalkan teknologi pada anak harus dibarengi dengan pendampingan nilai-nilai moral. Menurutnya, konsep “adab” harus menjadi fondasi utama sebelum seorang anak menyentuh perangkat pintar.
“Kita tidak bisa menjauhkan anak-anak dari teknologi sama sekali, namun kita punya kewajiban untuk mengajarkan batasan. Pelatihan ini adalah upaya agar mereka memahami bahwa di balik layar ada manusia lain yang harus dihormati, serta ada kehidupan nyata yang lebih berharga daripada sekadar aplikasi hiburan,” ujar Nur Amalia dalam paparannya.
Ia juga menambahkan bahwa fenomena penurunan konsentrasi dan perilaku impulsif pada anak sering kali berakar dari pola konsumsi konten digital yang tidak teratur. Oleh karena itu, simulasi manajemen waktu menjadi sesi krusial dalam agenda ini.
Simulasi Interaktif: Belajar Sambil Bermain
Pelatihan yang menyasar siswa, guru, dan wali murid ini dikemas dengan metode yang menyenangkan. Para peserta didik diajak mengikuti simulasi interaktif, seperti:
- Role-play Kesopanan: Praktik cara berbicara yang baik dan menghindari kata-kata kasar saat menonton video atau bermain gim bersama.
- Visualisasi Jam Digital: Penggunaan alat peraga visual untuk membantu anak memahami kapan waktu mulai dan kapan harus berhenti menggunakan gawai.
- Metode ‘Stop-Look-Go’: Teknik sederhana bagi anak-anak untuk meminta izin kepada orang tua sebelum mengakses perangkat digital.
Data dari berbagai riset psikologi pendidikan menunjukkan bahwa keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak dapat menurunkan risiko kecanduan gawai hingga 40%. TK MNU Diponegoro 118 Kebasen menyadari betul data tersebut dengan mengintegrasikan peran wali murid dalam sesi diskusi kelompok.
Membangun Ekosistem Digital yang Sehat
Pihak sekolah berharap inisiatif ini dapat menciptakan ekosistem belajar yang seimbang. Manajemen waktu yang diajarkan bertujuan agar anak tetap memiliki porsi yang cukup untuk aktivitas fisik, interaksi sosial tatap muka, dan istirahat yang berkualitas.
Langkah inovatif yang diambil oleh sekolah di Kabupaten Banyumas ini mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Integrasi antara kurikulum formal dan literasi digital dianggap sebagai model ideal bagi PAUD di masa depan untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga berintegritas di dunia siber.
Melalui pelatihan ini, TK MNU Diponegoro 118 Kebasen menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi “Rabbani” yang modern namun tetap teguh memegang akar adab dan kesantunan khas Indonesia. Dengan penggunaan teknologi yang sopan dan seimbang, masa depan anak-anak Banyumas diharapkan akan lebih cerah dan terarah di tengah kompleksitas era informasi.



