
Perkembangan teknologi digital saat ini memberikan peluang besar bagi pelaku usaha di berbagai sektor, termasuk bidang pertanian. Digitalisasi tidak hanya mempermudah proses komunikasi dan promosi, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi para petani dan pelaku usaha kecil.
Dalam konteks ini, Kelompok Wanita Tani (KWT) memiliki peran strategis dalam memajukan ekonomi pertanian berbasis komunitas. Melalui kemampuan mengelola hasil tani dan memahami teknik pemasaran digital, para anggota KWT dapat mempercepat proses penjualan produk pertanian mereka, memperluas jangkauan konsumen, serta meningkatkan nilai tambah produk.
Kegiatan pelatihan dengan tema “Akselerasi Penjualan Hasil Pertanian Melalui Platform Digital” dilaksanakan pada tanggal 04 Oktober 2025 oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan menghadirkan narasumber dari dosen Universitas Bina Sarana Informatika (BSI).
Pelatihan ini mengusung tema “Pelatihan Intensif Mengenai Pemasaran Digital untuk Anggota KWT”, yang bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada para peserta dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran hasil pertanian.
Di era digital saat ini, kemampuan memasarkan produk melalui internet menjadi kebutuhan penting, termasuk bagi pelaku usaha di sektor pertanian. Pemasaran berbasis digital membuka peluang lebih luas bagi petani dan anggota KWT untuk menjangkau konsumen secara langsung tanpa melalui banyak perantara, sehingga penjualan menjadi lebih cepat, efisien, dan menguntungkan.
Dalam kegiatan pelatihan ini, peserta mendapatkan materi yang mencakup penggunaan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk promosi produk pertanian. Peserta diajarkan cara membuat akun bisnis, mengunggah foto produk yang menarik, menulis deskripsi informatif, serta menggunakan fitur iklan dan hashtag untuk memperluas jangkauan promosi.
Selain itu, narasumber juga memberikan pelatihan mengenai pembuatan akun di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia. Peserta berlatih mengunggah produk, mengatur harga, menulis informasi pengiriman, dan berinteraksi dengan pembeli secara langsung melalui fitur obrolan.

Bagian menarik dari pelatihan ini adalah pengenalan aplikasi penjualan sayuran berbasis Android “TukangSayur”. Melalui aplikasi ini, para petani dan anggota KWT dapat menjual produk sayuran segar secara langsung kepada konsumen melalui sistem online. Aplikasi ini mempermudah proses distribusi dan membantu petani memperoleh pembeli secara cepat dengan jangkauan yang lebih luas.
Kegiatan ini berlangsung dengan suasana antusias dan partisipatif. Para anggota KWT terlihat aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari teori hingga praktik langsung. Mereka juga saling berbagi pengalaman dalam mengelola hasil pertanian dan mempromosikannya melalui media digital.
Hasil dari pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya pemasaran digital. Banyak peserta mulai berinisiatif membuat akun bisnis di media sosial dan marketplace untuk memasarkan produk olahan hasil pertanian, seperti sayuran segar, makanan ringan, dan hasil olahan lokal lainnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan transformasi digital bagi kelompok tani perempuan. Dengan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal, anggota KWT dapat meningkatkan nilai jual produk, memperluas jangkauan pasar, dan menciptakan kemandirian ekonomi di lingkungan pedesaan.
Secara keseluruhan, kegiatan “Akselerasi Penjualan Hasil Pertanian Melalui Platform Digital” menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi dapat menjadi solusi efektif untuk mempercepat penjualan hasil pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Dukungan dari perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas pertanian menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program pelatihan seperti ini.



