
Purwokerto, 25 Juni 2025 – Terinspirasi dari kebutuhan mendesak akan kesadaran terhadap kualitas udara, sekelompok mahasiswa semester empat dari Program Studi (Prodi) Teknologi Komputer Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) berhasil mengembangkan sebuah prototipe alat pemantau kualitas udara (Air Quality Monitoring System). Proyek inovatif ini merupakan implementasi dari tugas akhir mata kuliah Internet of Things (IoT) yang diampu oleh Ibu Saghifa Fitriana, M.Kom.
Alat yang dikembangkan ini dirancang untuk mendeteksi berbagai polutan tak kasat mata di udara, seperti partikel debu halus (PM2.5) dan gas berbahaya lainnya, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan pernapasan. Dilengkapi dengan sensor PM2.5 dan sensor gas MQ-135, sistem ini mampu mengumpulkan data kualitas udara secara real-time.
Data yang ditangkap oleh sensor kemudian diolah menggunakan mikrokontroler ESP32 dan dikirimkan melalui jaringan Wi-Fi ke sebuah platform cloud. Hasilnya divisualisasikan dalam bentuk dasbor digital yang dapat diakses dengan mudah melalui smartphone atau komputer. Pengguna dapat langsung melihat indeks kualitas udara, tingkat polusi, serta suhu dan kelembapan di lingkungan sekitar mereka.
Ibu Saghifa Fitriana, M.Kom., menyatakan apresiasinya terhadap proyek ini. “Mahasiswa telah menunjukkan kemampuan teknis yang luar biasa dalam mengintegrasikan perangkat keras dan perangkat lunak. Lebih dari itu, mereka peka terhadap isu lingkungan dan berhasil menciptakan sebuah solusi teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga sangat relevan dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Keberhasilan pembuatan prototipe ini menegaskan komitmen Prodi Teknologi Komputer UBSI dalam mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan menciptakan inovasi yang berdampak positif. Alat ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk pengembangan sistem pemantauan kualitas udara yang lebih luas dan terjangkau bagi publik.



