
Tegal – Sebagai bentuk nyata kontribusi dalam mencetak generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Tegal menyelenggarakan Pelatihan Technopreneurship di Pondok Pesantren Riyadus Sholihin, Kabupaten Tegal. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 19 April 2025 ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat, salah satu pilar utama dalam tridharma perguruan tinggi.
Mengusung tema “Technopreneurship untuk Membangun Jiwa Kewirausahaan Santri di Era Digital”, kegiatan ini diketuai oleh Puspa Fortuna Zulfa, M.Pd., dan melibatkan beberapa dosen UBSI Tegal yaitu Sopian Aji, M.Kom., Ery Suryanti, S.Pd., MM., dan Husni Faqih, M.Kom.. Turut berpartisipasi pula dua mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi dan Sistem Informasi Akuntansi. Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar technopreneur, pentingnya digitalisasi dalam wirausaha, hingga praktik menyusun ide bisnis sederhana berbasis teknologi.
Dalam keterangannya, Puspa Fortuna Zulfa menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuka cakrawala berpikir para santri mengenai peluang usaha di era digital. “Kami ingin mendorong santri agar tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mandiri secara ekonomi melalui pemanfaatan teknologi. Technopreneurship bisa menjadi pintu gerbang mereka menuju masa depan yang lebih cerah,” jelasnya.
Respons dari para peserta sangat positif. Para santri terlibat aktif dalam sesi diskusi dan eksplorasi ide, mulai dari konsep usaha berbasis aplikasi, hingga ide sederhana yang relevan dengan lingkungan sekitar mereka. Antusiasme ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, pelatihan technopreneur dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh kalangan pesantren.

UBSI Tegal berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi bersama lembaga-lembaga keagamaan dan pendidikan dalam meningkatkan kapasitas generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan akan lahir technopreneur muda yang memiliki semangat inovasi, kemandirian, dan kontribusi nyata terhadap kemajuan ekonomi masyarakat di tengah perkembangan zaman yang semakin digital.



