
Purwokerto – Semangat mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Purwokerto kembali bergelora dalam mengukir prestasi di tingkat nasional. Melalui wadah organisasi Himpunan Mahasiswa Teknologi Komputer (HMTK), mahasiswa UBSI mengikuti ajang bergengsi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025.
Tahun ini, UBSI Kampus Purwokerto mengirimkan dua kelompok mahasiswa untuk PKM, masing-masing pada bidang Artificial Intelligence (AI) dan Gagasan Futuristik Tertulis (GFT), serta satu kelompok untuk program PPK Ormawa. Inisiatif ini didorong oleh Pembina Ormawa yang juga menjabat sebagai Kaprodi Teknologi Komputer UBSI Kampus Purwokerto/Banyumas, yang aktif mengajak mahasiswa untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui organisasi kemahasiswaan.
“PKM menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasan kreatif dalam bentuk karya ilmiah. Sedangkan PPK Ormawa adalah bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap pengembangan masyarakat melalui kolaborasi dengan mitra desa,” ujar pembina Ormawa UBSI.
Khusus untuk PPK Ormawa 2025, mahasiswa UBSI melanjutkan kerja sama strategis dengan Desa Karangkemojing, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, yang selama ini telah terjalin dalam program pengabdian masyarakat. Dalam program ini, mahasiswa akan menggandeng BUMDes Sumber Rejeki, yang mengelola produk unggulan desa yakni Kopi Tjap Derak, sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi lokal.
Kopi Tjap Derak: Cita Rasa Lokal, Potensi Global
Kopi Tjap Derak, yang dikelola secara langsung oleh BUMDes Sumber Rejeki, telah menjadi kebanggaan Desa Karangkemojing. Produk ini tidak hanya menggambarkan identitas lokal, tetapi juga menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan bagi warga desa. Dengan kualitas rasa yang khas dan proses pengolahan yang alami, kopi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan daerah.
Melalui PPK Ormawa, mahasiswa UBSI akan terlibat dalam peningkatan kapasitas digital dan pemasaran produk kopi, termasuk branding, pengelolaan sistem informasi penjualan, dan peningkatan kualitas kemasan. Harapannya, program ini dapat memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa dan memperkuat posisi BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
“Program ini bukan hanya soal pengabdian, tetapi juga kolaborasi untuk membangun ekonomi desa berbasis potensi lokal dan teknologi,” tambah Kaprodi Teknologi Komputer UBSI.
PKM: Ide Mahasiswa, Solusi Masa Depan
Sementara itu, dua tim PKM UBSI Purwokerto akan bersaing dalam kategori AI dan GFT (Gagasan Futuristik Tertulis). Gagasan yang dikembangkan mencakup inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan dan solusi futuristik terhadap persoalan sosial, pendidikan, dan lingkungan. Kedua tim saat ini dalam tahap finalisasi proposal dan bimbingan intensif untuk dikirimkan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
UBSI mendukung penuh partisipasi mahasiswa melalui pembinaan dosen, penyediaan fasilitas, dan ruang kolaboratif agar ide-ide kreatif mahasiswa dapat berkembang dan berdaya guna secara nyata.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat, UBSI Kampus Purwokerto terus melangkah bersama mahasiswa menuju prestasi dan kontribusi nyata. PKM dan PPK Ormawa bukan hanya kompetisi, tetapi pijakan menuju masa depan yang lebih baik bagi bangsa.
Mahasiswa UBSI Purwokerto Ingin Ukir Prestasi Lewat PKM dan PPK Ormawa 2025 HMTK Jadi Motor Inovasi, Desa Karangkemojing Jadi Mitra Strategis dalam Pemberdayaan Ekonomi Lokal



