HIMSI Universitas BSI Kota Tegal Hadiri Acara Penguatan Ideologi Pancasila

  • Bagikan

Rabu, 17 November 2021, HIMSI (Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi) Universitas BSI Kota Tegal menghadiri seminar “Pemantapan dan Penguatan Ideologi Pancasila untuk Mencegah dan Menggulangi Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah Pada Terorisme” yang diadakan di Pendopo Ki Gede Sebayu Komplek Balaikota Tegal. Dalam seminar ini menghadirkan Bapak Dr. Purwo Susongko M.Pd. Selaku pemateri Bapak Suharto S.H. selaku Intelmob Satbrimob Polda Jawa Tengah.

Acara ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai macam universitas dikota Tegal. Seminar ini dimulai dengan pembahasan oleh Bapak Dr. Purwo Susongko M.Pd. dengan judul “Mengapa Kita Perlu Pancasila?”. Beliau mengatakan bahwa kita sebagai mahasiswa harus berfikir secara kritis dan mendalam. Kemudian beliau menjelaskan bahwa Indonesia dibentuk bukan berdasarkan kesamaan Agama namun berdasarkan kesamaan Bangsa. Pancasila menurut Dr. Purwo Susongko yaitu kesatuan visi semua agama adalah Kemanusiaan, Manusia secara keseluruhan membutuhkan cinta kasih dan keadilan sosial. Dan untuk mewujudkan cinta kasih dan keadilan universal membutuhkan persatuan untuk membentuk sistem Negara berdasar demokrasi Pancasila.

Kemudian acara ini dilanjutkan oleh pembahasan oleh Dr. Suharto S.H. selaku Intelmob Satbrimob Polda Jawa Tengah dengan pembahasan berjudul “Memutus Rantai Radikalisme di Usia Remaja dan Deradikalisasi”. Menurut beliau arti radikalisme adalah suatu sikap mendabakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjukir balikan nilai nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan. Adapun tujuan dari radikalisme adalah mengadakan perubahan sampai keakarnya dan untuk merealisasikan usaha ini mereka menggunakan metode kekerasan serta menentang struktur masyarakat yang ada. Sasaran pokok dibidang Pendidikan sendiri yaitu anak sekolah SMA dan juga mahasiswa. Menurut beliau perkembangan IT menjadi sasaran di usia remaja mahasiswa/mahasiswi karna bebasnya mengakses keinginan yang berada disosial media, tidak dikontrol oleh orang terdekat, dan juga emosional anak tersebut yang tinggi. Hal ini bisa terjadi karena adanya salah pemahaman, keinginan kuat untuk mengerti agama, dan tidak terbuka kepada lingkungannya.

Dan kemudian diakhir acara mahasiswa dan mahasiswi yang menghadiri acara ini mengucapkan ikrar bersama tentang anti paham radikalisme yang berisi.
Kami Mahasiswa dan Mahasiswi Se Kota Tegal

  1. Menolak Terorisme
  2. Menolak Paham Radikalisme
  3. NKRI Harga Mati

/(bayu)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *